KOPRI PB PMII Gandeng Kemenag Sosialisasikan Beasiswa Indonesia Bangkit 2026
KOPRI.ID - Organisasi perempuan Kopri berkolaborasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar sosialisasi Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2026 dengan tema “Unlock Your Future: Peluang Emas Beasiswa Indonesia Bangkit 2026”. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin (9/3/2026) dan diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kegiatan ini, KOPRI menghadirkan narasumber Utama yakni Ruchman Bashori selaku Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) RI yang memaparkan berbagai informasi penting terkait peluang dan mekanisme seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit tahun 2026.
Sekretaris Bidang Pendidikan KOPRI PB PMII, Aldila Mayang Putri Rahayu menyampaikan bahwa program sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk membuka peluang pendidikan yang lebih luas bagi kader KOPRI di seluruh Indonesia.
Menurutnya, kerja sama dengan Kementerian Agama dalam sosialisasi Beasiswa Indonesia Bangkit menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kader perempuan PMII.
“Periode kedua kepengurusan KOPRI PB PMII kembali melangsungkan kerja sama terkait Beasiswa Indonesia Bangkit ini, khususnya bagi kader KOPRI se-Indonesia. Program ini merupakan ikhtiar bersama sebagai kader pergerakan mahasiswa agar dapat berperan aktif dalam berbagai bidang, baik untuk negara, pendidikan maupun dalam kepemimpinan,” ujar Aldila.
Ia juga menambahkan bahwa terdapat sejumlah mekanisme baru dalam program BIB tahun ini yang perlu dipahami secara mendalam oleh para peserta.
Sementara itu, Ketua KOPRI PB PMII Wulan Sari menyebutkan bahwa informasi terkait Beasiswa Indonesia Bangkit merupakan salah satu hal yang paling dinantikan oleh kader KOPRI.
Menurutnya, peningkatan kapasitas intelektual menjadi bagian penting dari orientasi gerakan KOPRI dalam membangun kader perempuan yang berkualitas.
“Ini adalah informasi yang sangat ditunggu oleh kader KOPRI. Kami akan mengawal penuh proses ini, karena kebangkitan intelektualisme tidak lepas dari peningkatan kapasitas kader,” kata Wulan.
Ia juga menilai bahwa generasi muda saat ini, khususnya generasi Z, memiliki potensi besar untuk memanfaatkan peluang beasiswa seperti BIB.
“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri. Setelah sosialisasi ini, akan ada kelas intensif yang didampingi langsung oleh Bidang Pendidikan KOPRI PB PMII, termasuk pelatihan hingga persiapan menghadapi proses seleksi,” lanjutnya.
Wulan juga mengungkapkan bahwa proses administrasi dan seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit tahun 2026 diperkirakan akan semakin ketat.
Hal ini karena standar seleksi BIB kini mulai mendekati sistem seleksi beasiswa nasional seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Karena itu, ia mendorong seluruh kader KOPRI untuk memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal serta menunjukkan prestasi terbaik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kader KOPRI adalah kader perempuan yang berprestasi dan mampu bersaing dalam berbagai program beasiswa nasional,” pungkasnya.